Oomph Logo
 

  BERITA TERKINI

Potret Tempat Terlarang, Mahasiswa Dihukum Penjara
1 Year, 4 Months ago

Potret Tempat Terlarang, Mahasiswa Dihukum Penjara

Mengabadikan momen menggunakan kamera menjadi suatu bagian dalam kehidupan sehari-hari. Objeknya pun banyak seperti bangunan, hewan, tumbuhan atau apa saja yang ada di sekitar kita. Namun bagaimana jika kita memotret hal yang seharusnya tidak boleh untuk difoto? Lalu apa akibatnya?

Dilansir NextShark, mahasiswa asal Tiongkok bernama Zhao Qianli ditangkap pada akhir tahun lalu karena mengambil gambar terlarang berupa foto pangkalan angkatan laut AS. Ia mengaku bersalah dan dijatuhi hukuman kurungan selama satu tahun.

Pelajar berusia 20 tahun dari Universitas China itu muncul di pengadilan melalui sambungan video jarak jauh dari gedung pengadilan federal di Key West, Florida bersama dengan pengacaranya. Menurut Miami Herald, ia mengaku bersalah atas tuduhan memotret instalasi pertahanan di fasilitas militer Key West.



Zhao menerima hukuman satu tahun dari Hakim Distrik A. K. Moore Moore. Hukuman itu lebih tinggi daripada pedoman hukuman antara nol hingga enam bulan.

Zhao ditangkap pada September tahun lalu setelah tertangkap basah memasuki Stasiun Udara Angkatan Laut tingkat tinggi saat sedang melakukan tur setelah menyelesaikan program pertukaran musim panasnya di Amerika Serikat. Penyelidik menemukan beberapa gambar di kamera digital yang ia ambil saat berada di dalam pangkalan angkatan laut termasuk gedung-gedung pemerintah dan Departemen Pertahanan.

Setelah ditangkap oleh otoritas federal, Zhao diinterogasi dan mengatakan bahwa dirinya tersesat setelah terpisah dari rombongan wisatawan. Ia juga tidak menyadari bahwa tempat itu adalah pangkalan militer. Namun, Biro Investigasi Federal (FBI) tidak percaya dengan penjelasannya.



zhao qianli

Dalam persidangan tersebut, FBI menyiratkan bahwa Zhao bukanlah turis, tetapi mungkin adalah mata-mata pemerintah Cina. Mereka juga menunjukkan kontradiksi dalam pernyataan yang mengklaim bahwa ia adalah turis yang tersesat ketika penyelidik tidak menemukan foto tempat-tempat wisata dalam smartphone atau kamera digitalnya.

“Gambar-gambar utama pada kamera itu adalah dari fasilitas militer. Itu tidak memiliki ciri khas turis yang tersesat dan berkeliaran di fasilitas militer,” kata jaksa federal Michael Sherwin.



Sementara itu, Hongwei Shang, pengacara Zhao, mengatakan bahwa kliennya tidak lebih dari seorang mahasiswa yang mengunjungi negara itu sebagai turis setelah menyelesaikan program pertukaran musim panasnya.

“Dia bukan mata-mata. Seorang mata-mata tidak akan melakukan hal seperti dia. Tidak ada bukti. Dia melakukan kesalahan bodoh. Dia mengakuinya. Dia hanya ingin pulang,” kata Hongwei.

Menurut CNN, penangkapan Zhao terjadi beberapa minggu setelah agen-agen intelijen AS memperingatkan bahwa China menggunakan siswa untuk memata-matai dan mencuri rahasia bisnis, teknologi, dan sains untuk Beijing. Sentimen yang sama digaungkan tahun lalu oleh Direktur FBI Chris Wray yang menunjukkan bahwa siswa asal China menimbulkan ancaman keamanan nasional bagi negara.