Oomph Logo
 

  BERITA TERKINI

Agar Terhindar dari Ghibah Saat Puasa
6 Months, 3 Weeks ago

Agar Terhindar dari Ghibah Saat Puasa

Puasa bukan hanya menahan lapar dan dahaga, tapi juga mampu mengendalikan hati, ucapan, dan tutur kata. Hindari ghibah agar puasa lebih berkah.

Dalam ayat Al-quran disebutkan: “Dan janganlah sebagian dari kalian mengghibahi sebagian yang lain. Sukakah salah seorang dari kalian memakan daging bangkai saudaranya yang telah mati, pasti kalian membencinya. Maka bertaqwalah kalian kepada Allah, sungguh Allah Maha Menerima taubat dan Maha Pengasih” (Al-Hujurat:12)



Di ayat itu, tertulis dengan jelas larangan ghibah. Dilansir IDN Times, berikut ini beberapa tips agar terhindar dari penyakit ghibah saat berada di kantor dalam keadaan berpuasa:

1. Pasang telinga lebar-lebar, tutup mulut rapat-rapat
Allah menciptakan dua telinga dan satu mulut tentu saja bukan tanpa maksud. Tak semua yang didengar perlu dibicarakan, maka berbicaralah seperlunya. Dengan banyak mendengar dan sedikit bicara, maka akan terhindar dari kata-kata mubadzdir yang berpotensi menuju ke arah ghibah.



2. Fokuskan pikiran pada pekerjaan
Komunikasi dengan rekan-rekan kantor tentu diperlukan agar tercipta kerjasama yang baik. Namun, ketika arah pembicaraan sudah melenceng dari topik, segera kembalikan pikiran pada tupoksi pekerjaan di kantor. Dengan begitu, kamu bakal terhindar dari obrolan sia-sia yang berujung membicarakan keburukan orang lain.

3. Ingat kembali hakikat puasa itu sendiri
Puasa semestinya menjadi 'rem' bagi agar tidak melakukan ghibah. Menahan diri dari hawa nafsu membicarakan orang lain adalah salah satu nilai-nilai yang terkandung dalam ibadah puasa. Jika menjalankan ibadah puasa namun masih suka berghibah ria, maka nilai puasamu tak akan berdampak apa-apa.



4. Langsung ucapkan istighfar saat tak sengaja membahas orang lain
Bisa saja kamu secara tak sengaja terlibat dalam obrolan panjang bersama teman-teman tentang kekurangan orang lain. Saat 'keseleo' mengucapkan kalimat buruk, segera ucapkan istighfar berulang kali. Bukan itu saja, segera alihkan topik obrolan secara santun dan terjaga.

5. Hindari melakukan komunikasi efektif dengan si ‘mulut besar’
Orang yang bermulut besar (suka mengumbar obrolan yang berujung ghibah) biasanya akan menularkan sifatnya kepada orang-orang terdekatnya.

Agar dijauhi dari hal itu, hindari komunikasi efektif bersama tipe orang semacam ini. Sesekali boleh hanya sekadar menyapa, namun jangan terlalu dalam. Sekali saja kamu melakukan obrolan panjang dengannya, maka akan sulit melepaskan diri dari jerat ‘ghibah’-nya.