Oomph Logo
 

  BERITA TERKINI

Viral, Pesan Anak ke Ibunya yang Sudah Meninggal
6 Months, 1 Week ago

Viral, Pesan Anak ke Ibunya yang Sudah Meninggal

Awal Januari lalu, pemuda berusia 27 tahun asal Malaysia bernama Mohammad Azizul Abdul Aziz ini harus mengalami kesedihan yang begitu besar. Sang ibu, Hafsah Jaafar, meninggal dunia setelah berjuang melawan sakit kanker payudara yang diderita sejak tahun 2012.

Dilansir World of Buzz, Aziz sendiri adalah anak bungsu dari 3 bersaudara. Ramadhan kali ini menjadi ibadah puasa pertamanya tanpa kehadiran sang ibunda.

Meninggalnya Hafsah ternyata membuat Aziz begitu berduka. Ia tak bisa menahan rasa rindu kepada sang ibu yang telah berpulang.



Demi mengekspresikan kerinduan yang mendalam itu, Aziz dengan sengaja mengirim rentetan pesan ke nomor lama milik sang ibu. Pesan itu ia kirim melalui aplikasi WhatsApp, meski tentu saja Aziz tahu bahwa tak akan pernah ada balasan.

Aziz kemudian meng-capture pesan di WhatsApp itu dan mengunggahnya ke akun Twitter. Lewat pesan itu, Aziz mengungkap betapa besarnya rindu terhadap kehadiran sang ibu. Aziz rindu akan segala sesuatu yang biasa dilakukan bersama ibunya di bulan Ramadhan.

“Hari ini adalah pertama puasa sejak kau pergi ibu. Semua orang berbuka puasa bersama keluarga mereka. Tapi hari ini aku makan sahur dan buka puasa sendirian. Aku rindu berpuasa bersamamu. Aku rindu makan dan salat berjamaah denganmu. Aku rindu membawa ibu ke bazar Ramadhan. Aku rindu masakan rumahan yang dibuat oleh ibu,” tulis Aziz dalam akun @Jijol_aziz.



pesan ibu

Pesan kerinduan Aziz terhadap ibunya sontak menjadi viral.

Dalam wawancara bersama mStar, Aziz kembali bercerita bahwa ia mengirimkan pesan ke nomor lamanya karena rasa rindunya kepada sang ibu. Aziz pun mengungkapkan betapa sepi puasa kali ini.



“Bulan puasa ini sangat sepi tanpa ibuku. Ingat waktu umurkan masih 4 tahun, aku masih terlalu muda saat itu untuk mengerti ayah juga sudah meninggal. Aku hanya punya ibu saat tumbuh dewasa. Saat ibuku meninggal awal tahun ini, segalanya berubah. Aku sahur dan buka puasa sendirian karena kakak laki-laki dan perempuanku sudah menikah dan punya kehidupan sendiri,” ungkap Aziz.

Mengingat saat-saat terakhir ibunya, Aziz berkata bahwa ia dan kedua saudaranya hadir hingga menyaksikan napas terakhir sang ibu.

“Aku sangat berterimakasih pada ibuku karena ia begitu kuat membesarkan kami semua,” pungkasnya.