Oomph Logo
 

  BERITA TERKINI

Jepang Beri Izin Percobaan Menggabung Sel Hewan dan Manusia
1 Month, 1 Week ago

Jepang Beri Izin Percobaan Menggabung Sel Hewan dan Manusia

Seorang ilmuwan Jepang telah diberikan izin untuk membawa campuran manusia-hewan ke tahap percobaan setelah larangan praktiknya dicabut tahun ini.

Hiromitsu Nakauchi, yang memimpin tim di Universitas Tokyo dan Universitas Stanford di California, berencana untuk membelah sel-sel manusia untuk melihat apakah sel-sel itu akan tumbuh melampaui batas dua minggu. Jika Nakauchi brhasil, itu akan menjadi percobaan pertama yang berhasil di Jepang.

dokter



Tujuan utamanya adalah menumbuhkan pankreas manusia di dalam hewan sehingga nantinya bisa ditransplantasikan ke pasien.

″Jika kita dapat menghasilkan organ manusia pada hewan, kita bisa membantu banyak orang," kata Nakauchi kepada majalah Stanford Medicine tahun lalu.

Jepang telah membatalkan aturan yang melarang peneliti dari melakukan percobaan pertumbuhan embrio hewan disambung dengan sel manusia selama lebih dari 14 hari.

Nakauchi bertujuan untuk menumbuhkan embrio tikus dengan sel manusia sampai masing-masing berusia 14,5 dan 15,5 hari.



Kemudian, ia berharap untuk menumbuhkan embrio babi yang disambung dengan sel manusia hingga 70 hari, sambil menunggu persetujuan pemerintah.

Meskipun percobaan serupa telah dilakukan di negara-negara seperti Amerika Serikat, mereka belum pernah muncul ke permukaan.

Penelitian Nakauchi telah menimbulkan kekhawatiran tentang potensi sel-sel manusia keluar di luar organ yang ditargetkan, sehingga mempengaruhi kognisi hewan.



Tapi Nakauchi mengatakan dia dan timnya telah mempertimbangkan ini, dan telah mempersiapkan ini selama satu dekade.

″Kami berusaha melakukan pembangkitan organ yang ditargetkan, jadi sel-selnya hanya menuju pankreas,″ jelasnya.

Pemerintah Jepang mengatakan para peneliti akan memantau hibrida hewan-manusia hingga dua tahun dan akan menghentikan percobaan jika mereka menemukan lebih dari 30 persen sel manusia di otak binatang.

Para pejabat Jepang diperkirakan akan membuat keputusan akhir tentang proyek tersebut pada bulan September.