Oomph Logo
 

  BERITA TERKINI

Kisah Cinta Soekarno dan Fatmawati
1 Month, 6 Days ago

Kisah Cinta Soekarno dan Fatmawati

Soekarno, proklamator sekaligus presiden pertama RI merupakan sosok yang kharismatik. Kisah cintanya menarik perhatian karena beliau dikenal memiliki istri lebih dari satu. Salah satu istrinya adalah Fatmawati.
Fatmawati adalah Ibu Negara Indonesia yang pertama.
Beliau dikenal jasanya karena menjahit Bendera Pusaka Merah Putih yang dikibarkan saat Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945.

Soekarno tiba di Bengkulu 14 Agustus 1938, setelah menjalani pengasingan di Ende, Flores selama 4 tahun.
Soekarno dan keluarganya kemudian tinggal di rumah pengasingan milik Tjang Tjeng Kwat.

Saat tinggal Bengkulu, Soekarno bersama istri keduanya, Inggit Garnasih, menjamu keluarga Hassan Din yang merupakan tokoh Muhammadiyah asal Bengkulu.



kedua

Di situlah Soekarno bertemu dengan Fatmawati untuk pertama kalinya. Dia adalah putri dari Hassan Din. Fatmawati pun ikut menumpang di rumah tersebut dan menjadi sahabat Ratna Djuami, anak angkat Soekarno.

Waktu berjalan dan Soekarno menaruh hati pada Fatmawati dan akhirnya menikahinya pada 1 Juni 1943. Bagaimana dengan Inggit, istrinya saat itu? Ia menolak untuk dimadu hingga Soekarno terpaksa menceraikannya. Soekarno dan Inggit resmi berpisah pada pertengahan 1943.



Dari pernikahannya dengan Fatmawati, lahirlah dua putra dan tiga putri, yakni Guntur Soekarnoputra, Megawati Soekarnoputri, Rachmawati Soekarnoputri, Sukmawati Soekarnoputri, dan Guruh Soekarnoputra.

Kisah cinta Soekarno dan Fatmawati pada dekade 50-an, tampak merenggang. Hal ini disampaikan oleh Fatmawati dalam buku "Fatmawati: Catatan Kecil Bersama Bung Karno, Bagian 1," yang diterbitkan pada tahun 1978.

“Sampai dengan lahirnya Mohammad Guruh, tahun 1954, keluarga Presiden rukun dan kelihatan bahagia sekali. Akan tetapi setelah pecah berita, bahwa Bung Karno akan menikah dengan Bu Hartini, hubungan antara Bung Karno dan Bu Fat serta keluarga kelihatan mulai tegang renggang”.



Puncaknya adalah ketika Fatmawati meninggalkan Istana.

“Tidak ada keributan dan tak ada perkelahian. Setelah membaca bismillah, aku terus meninggalkan istana dengan perasaan tenang menuju Kebayoran Baru,” kata Fatmawati.

Lalu suatu hari Soekarno dalam keadaan kritis. Tapi Fatmawati tetap tak menjenguk Soekarno. Sampai Soekarno dimakamkan, Fatmawati tetap tak hadir.