Oomph Logo
 

  BERITA TERKINI

Mengolah Air Hujan Jadi Air Layak Konsumsi
2 Months, 2 Weeks ago

Mengolah Air Hujan Jadi Air Layak Konsumsi

Sebagai negara tropis, beragam wilayah di Indonesia selalu mengalami kekeringan di musim kemarau. Ada yang harus berjalan berkilo-kilo demi air bersih, ada yang harus beli dari penjaja air keliling. Pertanyaannya, kenapa tidak memanen air saat musim hujan sehingga bisa dipakai jika tiba musim kemarau.

Inilah yang dilakukan oleh Sri Wahyuningsih (51) atau Yu Ning, di Yogyakarta. Yu Ning berusaha mengedukasi masyarakat memanfaatkan air hujan saat musim hujan agar tak mengalami kekeringan meskipun musim kemarau berkepanjangan. Beginilah kisahnya seperti yang kami intisarikan dari brilio.net.



banyu

Yu Ning mendirikan Komunitas Banyu Bening pada 2012 di Dusun Tempursari, Desa Sardonoharjo, Ngaglik, Sleman. Perjuangannya menggerakkan komunitas tidak gampang. Ia bahkan dianggap tak waras karena anggapan bahwa air hujan adalah air tak layak konsumsi. Bahkan ia mendapat kecaman dari berbagai pihak seperti industri air minum. Padahal semua yang dilakukan Yu Ning adalah murni kegiatan sosial.



Cara Mengolah Air Hujan Jadi Air Minum
Air hujan bisa ditampung dengan bak mandi, timba atau toren. Air yang bagus untuk diolah adalah air hujan di hari ke-3 awal musim penghujan untuk mengantisipasi tercampurnya air hujan dengan debu, polusi atau bangkai binatang. Air hujan yang terbaik adalah saat petir menyambar-nyambar.

Air hujan yang telah ditampung disaring melalui tiga tahap penyaringan kemudian dimasukkan ke dalam penampungan.



Setiap ingin digunakan, air tersebut dimasukkan ke dua wadah air untuk dilakukan penyetruman dengan alat elektrolit yang berguna untuk memisahkan air bermuatan positif (asam) dan negatif (basa). Listrik dialirkan melalui kawat spiral berbahan titanium bebas korosi.

Satu liter air hujan membutuhkan waktu satu jam penyetruman. Setelah proses penyetruman usai, air hujan pun siap dikonsumsi. Bahkan, air hujan hasil olahan Komunitas Banyu Bening dinyatakan aman oleh para ahli Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta.

Tak hanya sebagai pengilang dahaga, air hujan ternyata bisa menyembuhkan berbagai macam penyakit. Yu Ning mengaku bahwa ada beberapa orang penderita penyakit katarak, kanker otak, leukemia, lupus, kanker serviks hingga HIV kondisinya membaik setelah minum air hujan.