Oomph Logo
 

  BERITA TERKINI

Kenapa ya Tinta Printer Itu Mahal Banget?
1 Month, 3 Weeks ago

Kenapa ya Tinta Printer Itu Mahal Banget?

Jika Anda memiliki printer, Anda akan tahu betapa mahalnya mengisi ulang dengan tinta asli. Padahal itu cuma tinta, bagaimana bisa begitu mahal?

1. Memproduksi Tinta Printer Adalah Proses yang Rumit
Ini adalah argumen standar yang diberikan produsen printer ketika ditanya tentang tingginya harga tinta mereka. Mereka menyatakan bahwa teknologi dan penelitian tentang tinta printer setara dengan harganya.

Ketika topik tinta printer muncul, orang pasti membandingkannya dengan harga cairan lain seperti minyak atau sampanye. Masalahnya adalah, cairan-cairan itu dimasukkan ke dalam wadah dan digunakan saat dibutuhkan. Tinta printer harus memenuhi lebih banyak harapan pengguna dalam hal kinerja.



Seperti yang diungkapkan dalam wawancara ComputerWorld dengan manajer pemasaran HP, Thom Brown:

″Tinta harus diformulasikan untuk menahan pemanasan hingga 300 derajat, penguapan, dan disemprotkan pada 30 mil per jam, dengan laju 36.000 tetes per detik, melalui nosel yang tebalnya sepertiga ukuran rambut manusia. Setelah semua itu harus mengering hampir secara instan di atas kertas.″

Dengan demikian, Brown berpendapat, membandingkan tinta printer dengan cairan lain tidak ada gunanya karena tidak ada cairan lain yang bisa bekerja seperti tinta printer.



2. Produsen Printer Menjual Printer Dalam Kondisi Rugi
Kita tahu bahwa produsen printer menjual printer mereka dengan harga lebih murah daripada biaya pembuatannya. Setiap kali seseorang membeli printer, pabrikan tidak mendapat untung penuh dari penjualan.

Produsen lalu mengambil "laba yang hilang" ini dan memindahkannya ke tinta printer. Lagipula, orang tidak akan membeli printer sebanyak membeli tinta. Jadi dengan harga tinta yang mahal berarti produsen dapat menghasilkan kembali uang yang hilang dari penjualan printer.

Jadi mengapa produsen menjual printer dalam kondisi rugi? Jawabannya adalah kompetisi.



Contoh kasusnya, jika seseorang yang tidak tahu tentang harga tinta harus memilih antara dua printer yang fiturnya hampir sama. Yang satu harganya Rp400 ribu dan yang satunya harganya Rp1 juta. Mereka pasti akan membeli printer yang harganya lebih murah.

Padahal harga tinta untuk printer Rp400 ribu adalah tiga kali lipat lebih mahal dari printer yang Rp1 juta. Jadi buat produsen printer tidak masalah jika mereka harus rugi, karena penjualan awal adalah bagian terpenting untuk mendapatkan konsumen baru.

3. Produsen Printer Membuat Pasar Tertutup Untuk Mengenakan Harga Lebih Tinggi
Argumen ini didasarkan pada bagaimana printer dapat menolak kartrid tinta yang bukan produksi mereka sendiri.

Ini menciptakan pasar di mana satu-satunya cara pengguna mengisi kembali tinta mereka adalah melalui pihak yang sama saat mereka beli printer. Hal ini memungkinkan pabrikan untuk menetapkan harga tinggi, karena orang terpaksa membeli tinta mereka jika ingin melanjutkan pencetakan.