Oomph Logo
 

  BERITA TERKINI

Hujan Es Turun di Tengah Kabut Asap
1 Month, 2 Weeks ago

Hujan Es Turun di Tengah Kabut Asap

Bagi masyarakat di Riau, hujan sudah sangat dirindukan. Sudah lama air hujan tidak turun untuk meredakan kebakaran hutan yang terjadi di wilayah itu. Kabut asap hasil kebakaran hutan dan lahan menyelimuti berbagai wilayah, termasuk Pelalawan.

Dilansir Liputan6, pada Senin (23/09) kemarin, hujan sempat mengguyur Desa Pulau Muda, Kecamatan Teluk Meranti, Pelalawan. Namun ada yang unik lantaran hujan yang turun kali ini adalah hujan es.

Warga yang menyaksikan fenomena ini kaget ketika mengambil serpihan es di tanah. Berberapa warga yang memeganginya sempat mengabadikan dan menyebarkan videonya ke media sosial.



“Ini adalah hujan es yang turun tadi di Desa Pulau Muda, Teluk Meranti,” ucap pengambil video itu.

Si perekam menyebut hal ini belum pernah terjadi di daerahnya. Ia pun merasa heran mengapa hujan yang sudah lama tidak turun ternyata membawa butiran es.

“Hujan es ini membuat heboh warga, ini dia butirannya yang seperti salju,” ucap perempuan tadi.

Beberapa warga lainnya menyebut hujan es ini sebagai peringatan Tuhan. Apalagi saat ini tengah marak kebakaran lahan di Riau, termasuk Pelalawan.



“Mau kiamat lagi ini, Tuhan sudah memberi peringatan,” celetuk seorang warga.

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) stasiun di Pekanbaru menyebut hujan es di Pelalawan turun pada pukul 13.00 WIB. Kejadian ini disebut sebagai fenomena cuaca alamiah yang biasa terjadi.

Menurut Analis BMKG Yudistira, hujan es biasanya turun disertai kilat beserta angin kencang. Biasanya terjadi saat musim pancaroba atau peralihan dari kemarau ke hujan serta sebaliknya.



“Durasinya singkat. Sehari sebelum turun, udara pada malam hingga pagi hari terasa panas dan gerah akibat radiasi matahari cukup kuat disertai kelembaban udara cukup tinggi,” terang Yudistira.

Di lokasi hujan es, tambah Yudistira, mulai pukul 10.00 WIB tumbuh cumulus (awan putih berlapis-lapis). Di antara awan itu ada satu jenis awan yang mempunyai batas tepinya sangat jelas berwarna abu-abu menjulang tinggi seperti bunga kol.

Tahap berikutnya, awan itu cepat berubah warna menjadi abu-abu kehitaman yang dikenal dengan awan Cumulonimbus. Pepohonan di sekitar lokasi mulai bergoyang cepat.

“Akan terasa sentuhan udara dingin di sekitar tempat kita berdiri. Biasanya hujan yang pertama kali turun adalah hujan deras tiba-tiba, apabila hujannya gerimis maka kejadian angin kencang jauh dari lokasi,” terang Yudistira.