Oomph Logo
 

  BERITA TERKINI

Kelainan Darah Langka, Tubuhnya Dipenuhi Memar Ungu
2 Months, 1 Week ago

Kelainan Darah Langka, Tubuhnya Dipenuhi Memar Ungu

Nenek berusia 70 tahun asal New York ini sangat kaget ketika bangun tidur dan mendapati tubuhnya penuh memar ungu. Rupanya ia terkena kelainan darah langka yang dipicu oleh cuaca yang sangat dingin.

Dilaporkan detikhealth dari dailymai, sebelum memar itu bermunculan, nenek yang tak disebutkan namanya itu merasa pusing selama seminggu, setelah itu barulah muncul memar seperti jaring di tubuhnya.



Ketika memeriksakan diri, awalnya dokter mendiagnosis ia menderita livedo reticularis, yakni masalah kulit yang disebabkan pembuluh darah yang kejang dan sirkulasi darah yang buruk di dekat permukaan kulit.

Tapi para dokter masih penasaran apa sebenarnya yang terjadi dan akhirnya mengambil sampel darah. Mereka pun terkejut saat menemukan darah wanita itu bukannya berwarna merah, namun melainkan bening tak berwarna.

“Sel darah merahnya yang membawa oksigen, menumpuk dan menjadi gumpalan. Hasil laboratorium menunjukkan bahwa wanita tersebut mengalami penyakit cold agglutinin,” tulis dailymail.



memar ungu

Normalnya, protein tertentu di dalam darah akan mencari dan menghancurkan patogen yang menyerang tubuh seperti virus dan bakteri. Tapi dalam kondisi ini menyebabkan patogen justru menempel di sel darah merah dan mengikat mereka menjadi gumpalan.

Pada akhirnya sel darah merah akan hancur dan menyebabkan pengidapnya kekurangan oksigen dalam darah dan menjadi anemia. Kemungkinan besar kondisi ini dipicu oleh suhu minus 9 derajat di lokasi wanita tinggal.



Sang nenek juga mengaku bahwa dua minggu sebelumnya ia terkena infeksi virus sebelum muncul memar, yang mungkin memperburuk kondisi tersebut. Karena umumnya cold agglutinin disebabkan adanya masalah tertentu seperti infeksi, penyakit autoimun lainnya, atau kanker tertentu.

Kini nenek itu tengah menjalani perawatan di rumah sakit selama seminggu dan dijaga agar tetap hangat. Ia juga diberi tambahan transfusi darah.

Usai pengobatan, dilaporkan rasio sel darah merah hingga volume darah totalnya telah bertambah banyak. Anemia dan rasa pusing yang dirasakannya berangsur menghilang selama seminggu, namun memar ungu tersebut masih tetap ada di sekujur tubuhnya.