Oomph Logo
 

  BERITA TERKINI

Petikan Ayat Al Qur'an Jadi Sumber Keberanian Novel Baswedan
1 Month, 2 Weeks ago

Petikan Ayat Al Qur'an Jadi Sumber Keberanian Novel Baswedan

Penyidik KPK Novel Baswedan sudah sering membongkar kasus korupsi. Akibatnya beragam teror mengancamnya. Yang paling kejam adalah ketika wajah Novel disiram air keras oleh orang tak dikenal.

Dilansir haibunda, banyak yang bertanya mengapa Novel begitu berani dan apakah tidak lebih baik jika beralih profesi. Namun Novel selalu menjawab pekerjaan apapun selalu ada risikonya. Menurutnya, teror-teror itu adalah risiko yang harus dihadapi sebagai petugas pemberantas korupsi.

Pernyataan berbeda disampaikan sang kakak, Taufik Baswedan. Ia bilang, keberanian sang adik adalah karena keyakinan dan keimanannya pada firman Allah. Dikatakan Taufik, Novel sering membaca surat Al-Baqarah ayat 150.



“Janganlah kamu takut kepada mereka, tetapi takutlah kepada-Ku saja. Agar aku sempurnakan nikmat-Ku kepadamu, dan agar kamu mendapat petunjuk,” demikian ayat itu berbunyi.

Menurut Taufik, Novel meyakini ia mendapat nikmat yang banyak dari keberaniannya. Alasan kedua adalah soal umur yang sudah ditetapkan Tuhan.

“Takut tidak akan mengurangi umur. Menambah juga tidak. Jadi, dia lebih memilih berani menjalani tugas-tugas pekerjaannya,” kata Taufik dalam buku Biarlah Malaikat yang Menjaga Saya yang ditulis Zaenuddin HM.



novel baswedan

Hal ini senada dengan pernyataan Novel saat diwawancarai salah satu media. Kata istri Rina Emilda ini, berani itu tidak mengurangi umur, takut juga tidak menambah umur. Jangan memilih takut, karena Anda akan menjadi orang yang tidak berguna.

Novel menekankan pada dasarnya dirinya memahami bahwa semua kejadian adalah takdir Allah. Siapa pun orangnya, sekuat apa pun dia, dia tak bisa berbuat apa-apa kecuali oleh izin Allah.



“Di situ saya sama sekali tidak takut. Yang saya takutkan, kalau aparatur yang berkewajiban (mengungkap pelaku) tidak dipercaya lagi. Itu yang jadi problem dan negara akan dipandang gagal melindungi aparatnya,” kata Novel.

Keberanian Novel juga diterapkan dalam menjalani kesehariannya. Novel menolak dikawal. Padahal, sebagai penyidik KPK dia berhak mendapat pengawalan baik saat bertugas, apalagi saat membongkar kasus besar. Alasan Novel menolak pengawalan adalah dia meyakini seperti apa pun ancamannya, yang terjadi hanya atas kehendak Allah.

“Jadi itu membuat saya enggak perlu takut terhadap orang-orang yang mengancam itu. Penyiraman (air keras) ini juga sama sekali tidak membuat saya surut atau takut. Kalau saya takut, banditnya jadi berani, nanti terbalik,” tutur Novel.