Oomph Logo
 

  BERITA TERKINI

Kelompok Crosshijaber Hebohkan Media Sosial
1 Month, 9 Hours ago

Kelompok Crosshijaber Hebohkan Media Sosial

Sebuah kelompok bernama 'Crosshijaber' muncul di media sosial. Mereka menjadi pusat perhatian lantaran berani menampilkan para pria yang mengenakan busana layaknya perempuan Muslim, lengkap dengan hijab menutupi kepala.

Dirangkum Okezone, kelompok crosshijaber ini sudah punya akun Instagram sendiri yang diberi nama @cross.hijaber. Tercatat sudah ada ribuan netizen yang mengikuti akun tersebut. Namun, akun itu rupanya telah lenyap.

crosshijabers

Kemunculan kelompok ini diawali dari beredarnya foto tangkapan layar yang memperlihatkan eksistensi crosshijaber di Indonesia. Akun Twitter @Infinityslut coba merangkum beberapa momen kelompok ini menunjukkan jati dirinya di media sosial. Di akun Crosshijaber, seorang pria menceritakan alasannya melakukan aksi ini.



“Karena banyak yang tanya; Kak, kok berani sih sampai keluar-keluar gitu? Kok berani sih ke masjid? Emang nggak ketahuan, kok berani sih? Emang nggak pada lihat kaka, ya?

Jadi gini,

Kalau aku pribadi, kenapa harus takut? Kenapa harus ragu? Kalau kalian masih takut atau ragu, mending udahan deh hobi jadi crosshijaber. Sebenarnya berani itu bukan modal utama, modal yang paling penting itu niat.

Karena kalau kita niat, kita pasti bisa dandan lebih maksimal lagi, kalau niat, kita bisa tampil lebih maksimal lagi. Dan kalau kita niat, kita bisa beli makeup, baju, dan lain-lain.

Satu prinsip aku: kalau kita pede sama dandanan kita, berarti gak ada yang harus ditakuti lagi. Yakin aja kalau kita cewek. Tempatin kalau diri kalian tuh cewek. Karena kalau diri kalian sudah pede sama outfit, orang lain juga bakal ngira kalau kamu itu cewek.”



crosshijabers


Sementara itu, Psikolog Klinis Meity Arianty menagtakan apa yang dilakukan kelompok crosshijaber adalah tindakan kriminal. Sebab, jika si pelaku melakukan upaya ini untuk mendekati perempuan, pada akhirnya ini akan menjadi pelecehan.

“Bisa disebut mesum, karena si pria mengenakan pakaian seperti perempuan dan itu sebagai upaya mereka membaur dengan perempuan lain,” tegas Mei.

Upaya kriminal ini dapat dilihat juga dari aksi mereka yang sampai masuk ke ranah privasi perempuan, yakni toilet dan masjid. Para crosshijaber ini dengan mudahnya masuk toilet perempuan dan berada di saf perempuan di dalam masjid. Ini tentu bukan sesuatu yang dapat dikatakan benar.

Mei pun menegaskan kalau ini adalah tindakan penyimpangan. Ia berpesan pada masyarakat untuk jangan menganggap hal menyimpang jadi sesuatu yang tidak bermasalah dengan alasan tertentu.



“Seperti kita tahu, zaman sekarang orang-orang sering sekali menafsirkan sesuatu dengan keliru dan berusaha membenarkan hal yang tidak benar menjadi benar, membelokkan pola pikir dengan mudanya. Seperti kelompok crosshijaber ini contohnya,” ungkapnya.

crosshijabers

Mei yakin di agama mana pun perempuan tidak boleh menggunakan pakaian laki-laki pun sebaliknya. Sebab, itu yang membedakan identitas manusia. Begitu juga dalam kasus crosshijaber ini, di saat pria mengenakan hijab dan membaur dengan perempuan lainnya.

Terkait dengan orientasi seksual para crosshijaber ini yang mengaku heteroseksual, Mei meragukan hal itu. Sebab, pada dasarnya tidak ada laki-laki yang mau mengenakan sepatu perempuan atau pakaian perempuan, bahkan sampai mengenakan hijab.

“Mereka seperti tidak mengakui siapa mereka dan berusaha bersembunyi di balik pakaian. Sebab, laki-laki heteroseksual nggak akan dan tidak tertarik untuk berpakaian layaknya perempuan, ini bukan masalah hijaber-nya,” papar Mei.