Oomph Logo
 

  BERITA TERKINI

Orangtua Tewas Dipatuk Ular, Empat Anak Jadi Yatim Piatu
1 Month, 1 Day ago

Orangtua Tewas Dipatuk Ular, Empat Anak Jadi Yatim Piatu

Kisah mengharukan dialami warga di Kampung Pasir Kampung, Desa Sukatani, Kecamatan Pacet, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Empat orang anak harus kehilangan kedua orang tuanya yang tewas dipatuk ular.

Dilaporkan detikcom, Maksum (40) sang ayah tewas pada Sabtu (17/2) siang. Selang setahun, ibu mereka Nuryani (38) juga tewas terkena patukan ular welang di jari manis, pada Jumat (11/10) malam.

Pasca insiden itu, empat orang anak yakni Heri Misbahudin (18), Riky Jumansyah (8), Randi Nafisa (5) dan Ramdan Fadilah (2) harus bertahan hidup dengan menumpang di rumah kakek angkat mereka, Abah Onih.

Heri si anak sulung harus menahan kesedihan demi mengurusi ketiga adiknya.



“Ibu habis salat malam tiba-tiba teriak katanya jari manisnya dipatuk ular,” kenang Heri.

anak yatim piatu

Heri tak menyangka jika patukan ular itu mengakhiri nyawa ibunnya. Ia mengaku khawatir dengan kondisi sang ibu lantaran nyawa ayahnya juga tak tertolong akibat insiden serupa.

“Ibu hanya periksa lalu dikasih obat. Enggak sempat rawat inap. Pagi-pagi meninggal,” ucapnya.



Diketahui, kondisi rumah keluarga malang ini tak layak huni. Inilah yang membuat Heri dan ketiga adiknya untuk sementara tinggal di kediaman tetangga.

“Untuk sementara mereka di sini dengan saya karena kondisi rumahnya tidak bisa ditinggali. Mau dibedah sama Karang Taruna dan warga,” ujar Abah Onih.

Abah Onih menuturkan, ular yang mematuk Nuryani hingga tewas mempunyai kulit berwarna belang hitam dan putih.

“Kalau warga di sini menyebutnya ular welang, memang berbisa. Dulu ada dua ekor, yang satu mati sama warga (setelah mematuk ayah Heri). Tersisa satu lagi,” tuturnya.



Ular liar ini diduga berasal dari tebing yang jaraknya tak jauh dari perkampungan. Warga juga menduga, ular 'pembunuh' ini masuk lewat lubang lantai rumah.

“Lantai plesteran rumah mereka itu memang banyak lubang, diduga ular itu masuk lewat tempat itu,” kata Asbim (38), tokoh pemuda setempat.

Insiden ini jelas menyisakan duka bagi empat orang anak yang kini berstatus yatim piatu. Heri pun
sampai terpaksa berhenti sekolah.

Namun berkat kepedulian warga, rumah mereka kini diperbaiki. Warga juga menghimpun donasi bukan hanya untuk perbaikan rumah tapi juga untuk masa depan empat anak tersebut.