Oomph Logo
 

  BERITA TERKINI

Hewan Pengurai Sampah Ini Diburu untuk Diambil Darahnya
6 Months, 2 Weeks ago

Hewan Pengurai Sampah Ini Diburu untuk Diambil Darahnya

Hewan belangkas banyak diburu karena darahnya dipercaya berguna dalam pengobatan. Meski telah dilindungi negara, penangkapan satwa bercangkang dan punya ekor mirip ikan pari ini terus berlangsung secara ilegal.

Dilaporkan Liputan6, ribuan belangkas menjadi komoditi ilegal oleh sindikat perdagangan satwa. Terakhir, ada 6000 ekor penghuni laut dangkal itu disita Direktorat Polisi Air Kepolisian Daerah Riau di pelabuhan tikus Tanjung Leban, Kabupaten Bengkalis.

Dari ribuan, hanya beberapa ekor ditemukan hidup. Sisanya sudah tidak bernyawa dan sudah ditimbun di halaman belakang kantor Balai Besar Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau.



Menurut Kasubdit Penegakan Hukum Direktorat Polisi Air Ajun Komisaris Besar Wawan, ada dua pelaku ditangkap. Mereka adalah Rahmat Saputra alias Putra (25) dan Heri Setiawan alias Wawan (30). Keduanya merupakan kaki tangan sindikat perdagangan satwa ilegal.

“Keduanya diupah Rp6 juta, yang memberi upah masih diusut,” kata Wawan.

Wawan menjelaskan, Malaysia merupakan tujuan ribuan belangkas ini. Bengkalis menjadi jalur karena kedua tersangka mengira garis pantai di sana masih minim patroli petugas.



belangkas

Wawan menyebut ribuan belangkas ini ditangkap di beberapa pantai di Aceh dan Sumatra Utara. Selanjutnya dibawa via darat memakai sebuah truk hingga sampai ke Bengkalis.

Untuk mengelabui petugas, pelaku perdagangan satwa dilindungi ini memasukkan ribuan belangkas ke puluhan kardus. Supaya tak tercium, kardus itu ditutup memakai karung putih.



Sementara itu, Kepala BBKSDA Riau Suharyono menyebut belangkas biasa hidup di perairan payau ataupun kawasan mangrove. Satwa ini biasanya membantu alam mengurai sampah di laut.

Keberadaannya kian terancam karena penangkapan secara besar-besaran.

“Biasanya satu kilo belangkas dihargai 150-500 ribu rupiah, karena darahnya sangat berguna untuk keperluan farmasi,” terang Suharyono.

Suharyono mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu penggagalan penyelundupan satwa liar yang dilindungi. Kedepannya kesadaran masyarakat diharap kian meningkat terhadap perlindungan satwa liar.